ZULAIKHAH WARDAN: STUNTING DAN TANTANGAN AKSES SANITISASI DI INHIL
Indragiri Hilir, riautelevisi.com- Ketua Gerakan Satu Hati Indragiri Hilir, Zulaikhah Wardan menyebut akses sanitasi dan air bersih layak menjadi tantangan pemerintah daerah dalam menurunkan persentase kinerja stunting Indragiri Hilir.
Terbatasnya akses memperoleh air bersih dan akses sanitasi yang layak dan memadai untuk masyarakat, menjadi tantangan upaya menekan angka persentasi stunting di Kabupaten Inhil. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Zulaikhah Wardan saat menghadiri pengukuhan bapak dan bunda asuh anak stunting se Kecamatan Tanah Merah.
Zulaikhah Wardan menekankan perlu aksi terukur dan peran bersama seluruh OPD terkait agar persentase stunting di Indragiri Hilir menurun. Perbaikan akses air bersih, ekonomi masyarakat dan akses sanitasi sebagai salah satu indikator penilaian stunting menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menekan persentase stunting ditingkat pusat.
Sebaiknya, menurut Pemerintah Kabupaten Inhil, program gerakan Satu Hati Jilid 1 dan 2, dinilai sukses menurunkan angka balita gizi buruk dan gizi kurang yang tersebar di 20 kecamatan.
Hingga awal 2022, Tim GSH mencatat 19 anak gizi buruk ditemukan menurun menjadi 3 orang, sementara 232 dari 365 anak gizi kurang, dinyatakan tumbuh normal setelah dibantu nutrisi melalui program GSH Jilid 1 dan 2.
Pelantikan bapak dan bunda asuh anak stunting di setiap Kecamatan Inhil, di harapkan ikut berperan untuk mendata anak anak stunting di pelosok pelosok desa, agar segera dibantu nutrisi melalui program sosial Gerakan 1 Hari Indragiri Hilir. (DA)
Berita Terkait :
- DPRD: PERLU ADANYA PEMBATASAN PASOKAN SAPI DARI LUAR DAERAH
- 70 PERSEN JCH KOTA DUMAI BERASAL DARI KALANGAN LANSIA
- ALFEDRI BERPESAN JAMAAH HAJI SIAK UNTUK BERPUAS BERIBADAH DI TANAH SUCI
- KETUA DPRD SEBUT KONDISI SAPI JELANG IDUL ADHA AMAN
- WAGUBRI EDY NATAR TERIMA AUDIENSI MAHASISWA PECINTA ALAM
Komentar Via Facebook :





