UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SIPETI KERIS
Riautelevisi.com, Pekanbaru - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, (BKKBN) perwakilan Provinsi Riau, mendorong para pemangku kepentingan. untuk mengoptimalkan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting, pada alat, atau dasbor pemantau terpadu.
hal ini, guna mempercepat penurunan stunting di riau, sesuai dengan target di bawah 14 persen. upaya ini juga di lakukan, melalui alat pantau terpadu atau dasbor, strategi pemantauan intervensi keluarga resiko stunting yang terintegritas, Sipeti Keris.
Kepala BKKBN Riau, Mardalena Wati Yulia mengatakan, sedangkan pengguna alat pemantau terpadu,dasbor Si Peti Keris, telah memuat data-data by name by address. Data ini bisa diambil oleh para pemangku kepentingan dan aparatur sipil negara (ASN), untuk melakukan intervensi dalam berbagai pilihan. terutama terhadap ibu hamil, ibu hamil memiliki balita atau baduta, yang beresiko stunting, dan calon pengantin dalam rangkaian pengembangan program bangga kencana.
Pemprov Riau akan berupaya penurunan kasus stunting dapat di maksimalkan. Dengan adanya program Sipeti Keris, pihaknya berharap dapat memberi dampak positif, dalam upaya pencegahan stunting.
Angka kasus stunting hingga akhir tahun ini, masih cukup tinggi di beberapa daerah di riau, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir, yang mencapai 28 persen. (YOG)
Berita Terkait :
- PROGRAM PEMANTAPAN PIMPINAN DAERAH PENTING UNTUK MENAJAMKAN CARA BERPIKIR PEMIMPIN DAERAH
- PEMPROV RIAU APRESIASI KUNJUNGAN LEMHANAS RI KE RIAU
- SMP BABUSSALAM CUP 1 BERJALAN SUKSES DAN MERIAH
- WAKIL KETUA DPRD BASIRAN RESES DI KEPENGHULUAN BANTAYAN HILIR
- DPRD RIAU JADWALKAN BAHAS APBD 2024 SETELAH RESES
Komentar Via Facebook :





