Tiga Komoditi Pemicu Inflasi di Riau, BRI Siap Bantu Suplay
Riautelevisi.com, Pekanbaru - Ada tiga komoditi yang menjadi pemicu inflasi di Riau. Ketiganya adalah beras, cabai dan bawang merah.
Hal tersebut dijelaskan oleh Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Bangkinang Levo D Pratama kepada, Rabu (20/11).
Menurut Levo, jika kebutuhan masyarakat Riau terhadap beras, cabai dan bawang merah tersebut tidak terpenuhi maka akan muncul gejolak inflasi dan ekonomi tidak stabil.
“Karena kalau kebutuhan masyarakat terhadap mereka sudah tidak dipenuhi atau tidak cukup, maka akan muncul inflasi dan ekonomi tidak stabil” sebut Levo.
Lebih lanjut disampaikannya, kondisi tersebut terjadi karena komoditi tersebut dihasilkan sangat minim sekali di Riau.
“Saat ini, Riau hanya bisa menghasilkan 30 persen dari kebutuhan masyarakat terhadap komoditi ini. Sisanya harus didatangkan dari daerah sekitar. Ini mengakibatkan Riau menjadi ketergantungan kepada daerah tersebut." jelas Levo.
Dengan ketergantungan itu, maka ada beberapa hal yang juga menjadi kendala. Jika di daerah penghasil terjadi bencana, maka suplay ke Riau akan terkendala. Masalah juga terjadi jika bencana mengakibatkan terputusnya jalur transportasi ke Riau.
"Apalagi jika sampai terjadi gagal panen di daerah penyuplai maka gejolak inflasi akan muncul di Riau," ungkap Levo.
Untuk itu, maka Bank Rakyat Indonesia ikut hadir dan berperan dalam sisi membantu dari segi suplay atau produksi.
BRI memberikan dukungan dan bantuan kepada kelompok tani teerutama petani yang menghasilkan tiga komoditi tersebut.
BRI ikut menyukseskan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi bertugas menjaga kestabilan harga harga.
"BRI konsen mendukung gerakan nasional untuk pengendalian inflasi. Karena biasa yang bergejolak dalam inflasi adalah masalah pangan, maka BRI konsen menyokong dalam sektor pertanian," ujar Levo.
Disampaikanya bahwa dukungan yang diberikan BRI berupa bantuan hibah mulai dari pembibitan, pupuk, teknologi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh petani di Riau.
Levo menyebutkan bahwa sejak Juni lalu, Riau mengalami deflasi, 0,1 persen, sementara pemerintah pusat menarget kan di angka 2,1 sampai ke 3 persen.
"Ini tentunya masih jauh dari target, Target ini diberikan agar masyarakat bisa menjangkau harga jual dan produsen juga bisa mendapatkan keuntungan. Karena itu, maka BRI ikut menjaga kestabilan harga, inflasi bukan menjaga harga serendah mungkin, namun juga mengakomodasi semua pihak termasuk petani ” ungkap Levo.(yc)
Berita Terkait :
- BRI Komit dan Konsen Dukung Petani Holtikultura
- SUPARMAN AJAK MASYARAKAT DESA RTH KOMPAK PILIH ANTON POTI
- RUMUSKAN PROGRAM KERJA, DPD REI GELAR MUSDA KE XIII
- MUSDA XIII DPD REI RIAU RESMI DI BUKA
- ADE HENDRIZAL MAKSIMALKAN PENYALURAN BEASISWA DI INHU
Komentar Via Facebook :





