PJ SEKDA KAMPAR BUKA PERTEMUAN EVALUASI PENURUNAN STUNTING
Kampar, riautelevisi.com- Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri buka pertemuan evaluasi II program pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kampar. Dalam rapat, Yusri menekankan pentingnya orang tua asuh bagi anak stunting di Kabupaten Kampar.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri membuka pertemuan evaluasi II program pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kampar. Selain dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (Opd) terkait, rapat juga menghadirkan Tanoto Foundation untuk memberikan bantuan CSR-nya bagi anak penderita stunting di Kabupaten Kampar. Dalam rapat, Yusri menekankan pentingnya orang tua asuh bagi anak stunting di Kabupaten Kampar. Saat ini terdapat sekitar 571 orang di Kabupaten Kampar yang mengalami kasus stunting, dimana angka ini sudah turun dari sebanyak 1.300 kasus sebelumnya berkat kinerja dari seluruh Opd dan pihak terkait. Pihaknya juga berharap adanya peran serta seluruh pihak, terutama untuk menekan angka kasus stunting di Kabupaten Kampar. Hal ini harus segera diambil sikap, terutama bagaimana Kabupaten Kampar dapat terbebas dari kasus stunting. Untuk menentukan apakah anak dalam kategori stunting ekstrim, Pemerintah Kabupaten Kampar juga sudah mengumpulkan seluruh Kepala Puskesmas untuk melakukan pendataan lebih lanjut. Hal ini didasari oleh kesepakatan bersama secara teknis untuk percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar. Untuk melihat kategori stunting yang harus diketahui, kategori asupan gizi, serta apa saja yang saat ini menjadi kekurangan yang harus dibenahi bersama. Yusri juga menyampaikan paparan dan data terkait penanganan kasus stunting di Kabupaten Kampar sesuai dengan daerah dan kecamatan masing-masing.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kampar, Edi Efrizal menegaskan, berbagai program juga sudah dilaksanakan untuk menekan percepatan angka penurunan kasus stunting di Kabupaten Kampar. Terutama dalam melakukan pendampingan, sehingga program percepatan penurunan kasus stunting dapat berjalan sebagai mana mestinya. Hal ini juga di lakukan melalui penguatan tim penurunan stunting di lapangan, sehingga dapat bekerja secara maksimal. Salah satunya dengan memaksimalkan tim pendamping keluarga ke seluruh wilayah di Kabupaten Kampar.
Pasalnya penurunan kasus stunting tidak dapat dikerjakan sendiri, dan harus ada evaluasi yang harus dilakukan. Sosialisasi dan pemahaman bahaya dan resiko stunting terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih faham dan dapat mencegah kasus stunting terjadi yang dimulai dari rumah tangganya sendiri. Pemerintah Kabupaten Kampar juga mengajak seluruh pihak agar dapat peduli terhadap kasus stunting dan mampu menjadi bapak asuh.
Berita Terkait :
- POLRESTA PEKANBARU BERI BIMTEK KE RATUSAN PERSONEL PAM TPS
- 2 CALEG PENUHI PANGGILAN BAWASLU, BUPATI KUANSING ABSEN
- ABSEN PEMERIKSAAN PERTAMA, BAWASLU LAYANGKAN PEMANGGILAN KEMBALI
- ALAT PERAGA KAMPANYE DI POHON LANGGAR ATURAN
- RSJ TAMPAN SIAP TAMPUNG CALEG ALAMI GANGGUAN KEJIWAAN
Komentar Via Facebook :





