PJ BUPATI KAMPAR PIMPIN RAPAT PERSIAPAN GEBYAR AUDIT KASUS STUNTING
Kampar, riautelevisi.com- Kabupaten Kampar terpilih sebagai tuan rumah untuk kegiatan gebyar Audit Kasus Stunting yang juga termasuk event Nasional. Guna mempersiapkan acara gebyar Audit Kasus Stunting, Pj Bupati Kampar, Hambali melakukan rapat persiapan.
Event yang bersifat nasional tersebut akan ditaja di Kabupaten Kampar sehingga harus dipersiapkan dari jauh hari sebelumnya. Dalam rangka mensukseskan kegiatan gebyar Audit Kasus Stunting (AKS) tingkat Kabupaten Kampar, Pemkab Kampar mengelar rapat persiapan. Rapat ini untuk mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang sudah dilakukan panitia AKS. Rapat tersebut dipimpin langsung Pj Bupati Kampar, Hambali dan didampingi Pj Setda Kampar Yusri, juga dihadiri oleh Pj Ketua Tp Pkk Kabupaten Kampar, Ricana Djayanti Hambali, Plt Ketua Dwp Kabupaten Kampar, Juli Mastuti Yusri dan Kepala Opd terkait. Kegiatan rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar. Pj Bupati Kampar, Hambali menegaskan, dirinya siap untuk mensupport kegiatan gebyar AKS tingkat Kabupaten Kampar tahun 2024 ini. Sebab gebyar AKS dapat membantu Pemkab Kampar, terutama dalam menurunkan angka stunting. Pj. Bupati Kampar juga memaparkan, bahwa Kabupaten Kampar saat ini dijadikan sebagai pilot project penurunan stunting oleh Pemerintah Provinsi Riau di tahun 2024. Untuk itu, semua Opd terkait diharapkan agar dapat bekerja sama mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana, dan bahan-bahan pendukung yang diperlukan untuk mensukseskan kegiatan aks ini. Sasaran dari kegiatan aks ini, yaitu ibu hamil, anak stunting, ibu pasca melahirkan, calon pengantin dan remaja putri. Sebab kasus stunting terjadi akibat pola asuh orang tua yang dinilai salah dalam merawat anak. Kegiatan gebyar AKS di Kabupaten Kampar ini pun akan dipusatkan di Kecamatan Tambang, pada tanggal 27 Februari 2024 mendatang. Hambali berharap, kegiatan ini memperoleh dukungan dari seluruh pihak. Dengan target Kabupaten Kampar dapat mencapai zero kasus stunting, dan menjadi percontohan, tidak hanya di Riau, namun juga untuk tingkat Nasional.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kampar, Edi Efrizal menegaskan, pihaknya akan mempersiapkan pendampingan terhadap 10 pasang calon pengantin dan juga ibu hamil, terutama untuk mensosialisasikan akan adanya pelayanan KB, seperti IUD dan implant sebanyak 200 sektor. Hal ini sudah disiapkan untuk mendukung kegiatan gebyar audit kasus stunting di Kabupaten Kampar agar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga menargetkan mampu memberikan edukasi terkait bahaya kasus stunting, sehingga dapat dihindari dengan maksimal. Sosialisasi dan penyuluhan sangat dibutuhkan, sehingga pasangan pengantin dapat lebih siap untuk memiliki anak dengan penyesuaian kebutuhan gizi yang sesuai terhadap anak sejak dini.
Dasar dari kegiatan ini yaitu Perpres 72,2021 Pasal 8. Rencana aksi Nasional percepatan penurunan stunting terdiri atas kegiatan prioritas yang paling sedikit mencakup antara lain audit kasus stunting dengan melakukan lima skema pendekatan berbasis keluarga risiko. Termasuk di dalamnya audit kasus stunting yang diyakini memiliki dampak yang besar dan signifikan dalam percepatan penurunan stunting.
Berita Terkait :
- WABUP ROHIL GUNAKAN HAK PILIH DI TPS 008 BAGAN PUNAK MERANTI
- BUPATI ROHIL AJAK ANGGOTA DEWAN TERPILIH BERSAMA BANGUN ROHIL
- PASLON 02 UNGGUL SURVEY CEPAT, RZ HARAP SITUASI TETAP KONDUSIF
- PRABOWO-GIBRAN UNGGUL DI TPS KHUSUS LAPAS BAGANSIAPIAPI
- TPS TERENDAM, PENGHITUNGAN SURAT SUARA TETAP LANJUT
Komentar Via Facebook :





