PJ BUPATI KAMPAR LEPAS ZIARAH KUBUR DI DESA KAMPUNG GODANG
KAMPAR (riautelevisi.com) - Penjabat Bupati Kampar, Kamsol, melepas secara langsung, kegiatan Tradisi Syawalan, atau Hari Raya Enam, di Bulan Syawal, dengan melakukan ziarah kubur massal, yang dilaksanakan masyarakat Desa Kampuang Godang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Dalam kegiatan ini, PJ Bupati Kampar, juga ikut berjalan kaki, bersama masyarakat, untuk menziarahi kuburan persukuan, yang ada di sekitaran Bangkinang seberang.
Tradisi Syawalan, atau Hari Raya Enam, di Bulan Syawal, dengan melakukan ziarah kubur massal, digelar ribuan masyarakat Desa Kampuang Godang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Uniknya, ziarah kubur masal ini, hanya diikuti oleh kaum laki-laki saja. Bagi masyarakat Bangkinang, Hari Raya Enam, maknanya lebih besar dari pada lebaran idul fitri. Karena masyarakat baik di kampung, maupun di perantauan, berkumpul saat Hari Raya Enam, untuk bersilaturahmi. Dalam kesempatan ini, tradisi ziarah kubur yang dilaksanakan masyarakat Desa Kampuang Godang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, dilepas secara langsung, oleh Penjabat Bupati Kampar, Kamsol, yang turut dihadiri, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Azman bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah, dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Tokoh Masyarakat, dan Alim Ulama., salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Kampuang Godang, Herman Gani, tradisi ziarah kubur massal, yang bertepatan dengan Hari Raya Enam di Bulan Syawal ini, merupakan suatu tradisi peninggalan para leluhur masyarakat Bangkinang, sejak dulunya. Menurut kepercayaan masyarakat Kecamatan Bangkinang, tradisi ziarah kubur ini, dilaksanakan usai menjalani puasa enam hari, di Bulan Syawal, atau enam hari setelah merayakan hari raya idul fitri. Sebelum melakukan ziarah kubur massal, biasanya mereka berkumpul di masjid atau surau, untuk melakukan zikir dan doa bersama. Guna mengingatkan akan para leluhur, dan moyangnya, yang telah meninggal. Bagi masyarakat Bangkinang, Hari Raya Enam atau yang dikenal dengan Ayo Zora, memiliki makna yang mendalam dan sakral. Hari raya enam bagi masyarakat Bangkinang, lebih besar pengaruhnya daripada hari raya idul fitri.
Penjabat Bupati Kampar, Kamsol menyampaikan bahwa tradisi ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kampar. Dimana kentalnya rasa persaudaraan, dan kekompakan masyarakat Kampar, dalam mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT, dalam merayakan Hari Raya Enam, atau “Aghi Ghayo Onam, dengan melaksanakan tradisi ziarah kubur. Dirinya berharap, agar momen ini benar-benar mampu, mengantarkan tatanan kehidupan masyarakat, dan bangsa Indonesia, yang berlandaskan nilai-nilai agama, akhlak mulia, kebersamaan dan kasih sayang ,dan terus saling peduli. Demi terciptanya tatanan masyarakat yang berharkat dan bermartabat, sejahtera dan berkeadaban di bawah naungan rida, maghfirah, dan kasih sayang Allah SWT.
Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Kampar, Kamsol bersama Penjabat Sekretaris Daerah, Azwan dan Kepala OPD, turut berbaur dengan berjalan kaki bersama masyarakat, untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur. (Anto Badai)
Berita Terkait :
- 1 KORBAN YANG HILANG DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA
- SEKOLAH DIHIMBAU TIDAK LAKUKAN KEGIATAN HALAL BIHALAL
- KAPOLRES INHIL BERSAMA TIM SAR TERUS MELAKUKAN PENCARIAN
- KAPOLDA ,SATU KORBAN HILANG BELUM DITEMUKAN
- TIPS AGAR AMAN SELAMA MELAKSANAKAN ARUS BALIK
Komentar Via Facebook :





