PETANI SWADAYA DIMINTA MEMBENTUK KELOMPOK GUNA KEPASTIAN HARGA
Pekanbaru, riautelevisi.com- Harga jual Tanda Buah Segar di tingkat petani swadaya seringkali tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Dinas Perkebunan. Komisi II DPRD Riau yang membidangi perkebunan memanggil ratusan Pabrik Kelapa Sawit non kebun guna mencari solusi atas selisih harga tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Husaimi Hamidi mengatakan ada sekitar 137 PKS non kebun yang telah dipanggil. Adapun pembahasan utama dalam setiap agenda rapat ialah mengenai harga beli TBS dari petani swadaya. Sering tidak sinkron antara harga yang telah ditetapkan Disbun seminggu sekali itu di lapangan. Terutama dengan PKS yang tidak bermitra. disatu sisi pihaknya sangat ingin membantu masyarakat meningkatkan ekonomi di sektor kelapa sawit, Sisi lain PKS sebagai pengusaha tentunya ingin mendapatkan keuntungan lebih. Setelah rapat cukup alot dengan PKS, kemudian ada sebhah kesepakatan akan beli TBS masyarakat tempatan sesuai harga Disbun. dengan catatan harus membentuk koperasi atau kelompok.
Dari kelompok atau koperasi tersebut nantinya akan didata oleh PKS. Setiap koperasi yang berada di kecamatan yang sama dengan lokasi PKS maka akan masuk kedalam zona 1. (F)
Berita Terkait :
- DPRD RIAU AJAK MASYARAKAT HORMATI KEPUTUSAN POLITIS GUBRI
- 3 PELAKU GUNAKAN HASIL KEJAHATAN UNTUK BERFOYA
- YULI AKMAL AJAK MASYARAKAT PERUMAHAN GMP III URUS DOKUMEN ADMINDUK
- DPRD RIAU : MASIH ADA JADWAL SEKALI RESES TAHUN 2023
- PEMKO DIDORONG UNTUK SEGERA MENGISI KEKOSONGAN JABATAN DEFINITIF
Komentar Via Facebook :





