ORANGTUA KORBAN DAN PELAKU SEPAKAT DAMAI
Pekanbaru, riautelevisi.com- Dalam pertemuan dan mediasi antara orang tua korban dugaan pelecehan seksual dengan orang tua terduga pelaku, sepakat damai. Polresta pekanbaru menyebut, semua pihak bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi.
Terungkapnya dugaan pelecehan seksual yang dialami bocah laki- laki berusia lima tahun yang diduga dilakukan teman sekelasnya, disalah satu sekolah taman kanak- kanak, tk yang berada di jalan cipta karya, kecamatan tuah madani, pekanbaru, setelah korban mengatakan kepada orang tuanya d-f. Guna mengetahui kebenaran yang terjadi, d-f yang tidak terima atas apaya yang dialami putranya, kemudian mendatangi pihak sekolah untuk mempertanyakan prihal tersebut. Hanya saja, menurut d-f, pihak sekolah membantah telah terjadi pelecehan seksual terhadap anaknya. Karena tidak menemukan penyelesaian, dan d-f menilai orang tua pelaku pelecehan tidak mau bertanggung jawab, serta menantang untuk melanjutkan ke pross hukum. Akhirnya d-f melaporkannya ke polsek tampan untuk ditindak lanjuti, yang kemudian diambil alih unit perlindungan perempuan dan anak- ppa sat reskrim polresta pekanbaru. Terkait apa isi pertemuan dan mediasi antara kedua orang tua korban dengan orang tua terduga pelaku, dan pihak sekolah, yang dihadiri langsung ketua lpai, kak seto dan kementerian p3a ri. Kasat reskrim polresta pekanbaru, kompol bery juana putra mengatakan, kedua belah pihak sepakat berdamai. Bery menambahkan semua pihak bertanggung jawab atas perkara yang terjawab, termasuk pemulihan anak.
Bery menambahkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kasus tidak dilanjutkan.
Berita Terkait :
- KAK SETO DAN KEMENTERIAN P3A RI TURUN KE PEKANBARU
- DPRD DORONG PEMKO PEKANBARU SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN TERDAMPAK BANJIR
- DPRD DORONG DISKES PEKANBARU PANTAU KESEHATAN MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR
- DPD LDII ROHIL BANTU KORBAN BANJIR DI KECAMATAN BANGKO PUSAKO
- BNPB AJAK PEMDA KABUPATEN KOTA REBUT DANA HIBAH REHABILITASI DAN REKONTRUKSI
Komentar Via Facebook :





