NINIK MAMAK ADAT LUHAK KEPENUHAN GELAR AKSI PENOLAKAN PENABALAN RAJA TENGKU HAJI INDRA JAYA
Rokan Hulu, riautelevisi.com- Puluhan ninik mamak adat luhak kepenuhan kabupaten rokan hulu melakukan aksi penolakan terhadap tengku haji indra jaya ibni tengku haji dachlan yang ditabalkan sebagai junjungan adat raja luhak kepenuhan ke xvi bertempat di rumah godang raja luhak kepenuhan. Menurut ninik mamak adat luhak kepenuhan, penabalan tersebut telah menabrak tatanan adat luhak kepenuhan berdasarkan mubes 1968.
Ninik mamak adat luhak kepenuhan kecamatan kepenuhan kabupaten rokan hulu meradang dan melakukan orasi penolakan dengan membentangkan spanduk besar di lokasi penabalan tengku haji indra jaya ibni tengku haji dachlan yang ditabalkan sebagai junjungan adat raja luhak kepenuhan ke 16 bertempat di rumah godang raja luhak kepenuhan. Aksi tersebut dilakukan ninik mamak adat luhak kepenuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap tatanan adat luhak kepenuhan. Pasalnya penabalan tersebut telah menabrak tatanan adat luhak kepenuhan berdasarkan mubes 1968. Penolakan raja adat luhak kepenuhan dilakukan puluhan ninik mamak karena sudah tidak sesuai lagi dengan tatanan adat luhak kepenuhan, dimana di dalam mubes tersebut salah satu poinnya menyebutkan bahwa kaum bangsawan terdiri dari suku bangsawan, suku anak ajo-ajo dan suku nansatuih. Sejak mubes tersebut, kaum bangsawan luhak kepenuhan menyatu di dalam kerapatan adat luhak kepenuhan. Kepala atau ketua suku dinobatkan sebagai datuk dimana jabatan dan sapaan tertinggi di dalam adat ialah datuk. Proses pengangkatan atau penobatan datuk-datuk adat tersebut diputuskan di dalam kolega datuk tigo piak, kemudian hasil keputusan rapat tigo piak diserahkan kepada lka luhak kepenuhan dan di balai adat luhak kepenuhan. Sementara ninik mamak adat luhak kepenuhan, sahriyal antoni yang bergelar mamak lakmano menyebut, pelaksanaan penabalan tersebut belum diakui oleh para ninik mamak adat luhak kepenuhan.
Susunan dan tata cara penobatan atau penabalan pucuk suku bangsawan seharusnya dilaksanakan dengan melibatkan semua unsur adat luhak kepenuhan serta dihadiri oleh induk, mato-mato induk dan mato-mato buah powuik.
Berita Terkait :
- PJ BUPATI PIMPIN UPACARA HUT KAMPAR KE 74
- PEMKO PEKANBARU MOU DENGAN SEJUMLAH PIHAK
- BBPOM GELAR SOSIALISASI ANTIMIKROBA RESISTENSI KE APOTEKER
- GUBERNUR RIAU LAKSANAKAN GSSB DI MASJID BAITURRAHMAN
- POSYANDU GARDA TERDEPAN TEKAN STUNTING DI INHIL
Komentar Via Facebook :





