MOU DENGAN TANOTO FOUNDATION, PEMKAB ROHUL TARGETKAN PREVALENSI STUNTING 2024 TURUN 14 PERSEN
Rokan Hulu, riautelevisi.com- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu Kamis(22/6) pagi teken MoU dengan Tanoto Foundation, dalam hal kerjasama penurunan angka Stunting di Rokan Hulu. Target yang harus dicapai, angka Stunting Rokan Hulu yang saat ini 20 persen dapat diturunkan menjadi 14 persen ditahun 2024.
Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Rokan Hulu, Kamis(22/6) pagi, menggelar lokakarya pra-rembuk Stunting untuk percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Rokan Hulu. Lokakarya ini melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Disdikpora, Perkim, DKPP, Kominfo, DPPKB, Kementrian Agama, PKK, Dinas Hortikultura, DPMPD, Bappeda, DMPD, Dinas Pariwisata, pihak Akademis Universitas Pasir Pengaraian, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, Badan Amil Zakat Nasional, Koramil, Dunia Usaha, Yayasan Cipta, Tanoto Foundation.
Lokakarya ini menyusun rencana kerja tim percepatan penurunan angka Stunting Kabupaten Rokan Hulu untuk tahun 2024. Dalam kesempatan itu, perwakilan tanoto foundation dan bupati rokan hulu h.sukiman menandatangani perjanjian kerjasama untuk menurunkan angka Stunting dengan target prevalensi 14 persen ditahun 2024.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Rokan Hulu yang merupakan Sekda Rokan Hulu, Muhammad Zaki, menyampaikan bahwa awal Stunting di Rohul tahun 2013. Data Riskesdas menunjukkan tingkat prevalansi Stunting di Rohul 58,9 persen. Sejak diketahui, maka Stunting dimasukkan program prioritas RPJMD dengan upaya penurunan 2 persen per tahun. Saat itu belum ada perintah untuk menurunkan angka Stunting tahun 2024, harus 14 persen. Namun Pemkab Rohul sudah memulai untuk menurunkan angka Stunting.
Berbagai upaya dilaksanakan, hingga ditahun 2018 turun menjadi 27.3 persen, tahun 2019 turun lagi menjadi 24.3 persen, 2021 naik menjadi 25.8 persen, dan ditahun 2022 kembali turun menjadi 22 persen. Dan ditahun 2023 ini, sudah 20 persen. Data Riskesdas ini berbeda jauh dengan data yang ditemukan Tim Penurunan Stunting Rokan Hulu dilapangan. Muhammad Zaki menyebutkan secara real, anak Stunting di Rokan Hulu hanya 8 persen, dengan jumlah anak Stunting 9 orang. Tim sudah mengantongi data by name by address 9 orang anak ini tersebar dibeberapa desa di Kecamatan Rambah Samo.
Data hasil giat Posyandu bulan Februari 2023, 95.4 persen atau 52.730 balita melakukan pengukuran di Posyandu, ditemukan 812 balita atau sekitar 1,6 persen balita di Rohul berisiko Stunting. Balita dibawah umur 2 tahun atau termasuk dalam seribu hari kehidupan pertama sebanyak 310 balita. Dari 310 balita itu, yang bermasalah dengan kriteria balita sangat pendek 61 balita, balita kurang gizi 7 balita, balita gizi buruk 2 balita. (HA)
Berita Terkait :
- POLRES BENGKALIS GELAR OPEN TURNAMEN BADMINTON BHAYANGKARA CUP 2023
- PULUHAN JURNALIS ROHUL, SUMUT DAN MAHASISWA GELAR AKSI UNJUK RASA KE POLRES PADANG LAWAS
- MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0. MAHASISWA MANAJEMEN UIN SUSKA
- RAIH 2 PERUNGGU DI KEJURNAS BABAK KUALIFIKASI PON
- DISPORA RIAU PASTIKAN ANGGARAN PELAKSANAAN PORWIL DI APBD PERUBAHAN
Komentar Via Facebook :





