MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0. MAHASISWA MANAJEMEN UIN SUSKA
Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa Manajemen diedukasi terkait Peran Pemerintah terhadap Pembinaan Usaha Kecil Menengah
Muhammad Fazri
Studi lapangan yang ditaja oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Dr. Mahyarni dan dibimbing langsung oleh dosen mata kuliah Organisasi Industri Desvi Emty serta diikuti oleh 40 mahasiswa prodi Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia yang terjun langsung ke Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) berjalan lancar. Selasa (09/05/23)
Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan pengetahuan mahasiswa terkait pelaksanaan teknis dan pelayanan UPT terhadap pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM). Serta mengedukasi mahasiswa sebagai generasi muda untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan. "Mahasiswa sebagai generasi muda harus bisa dan mampu untuk bersaing mengembangkan sumber daya alam yang ada menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual yang tinggi dengan menggunakan beberapa prinsip desain industri 4.0 yang meliputi kemampuan mesin, perangkat sensor, dan lain sebagainya serta diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi sumber daya yang mumpuni dibidangnya" jelas kepala UPT.
UPT juga memberikan berbagai pelayanan salah satunya adalah menyediakan pelatihan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) terkait kiat menjalankan bisnis yang baik terutama mengedukasi tentang pengurusan merk dan pemilihan kemasan yang cocok untuk suatu produk yang ingin dipasarkan.
Setelah pembekalan dari Kepala UPT kami mahasiswa mengunjungi Rumah Klik Kemasan teknoilogi yang berada di UPT. Industri Pangan Olahan dan Kemasan, disana kami dibekali pengetahuan.
Raja juga menjelaskan, bahwasanya ada pembeda dalam kemasan yang digunakan terhadap IKM yang nantinya memproduksi makanan. Tidak semua makanan menggunakan kemasan yang serupa untuk melindungi isinya.
" Untuk makanan, Kemasan tentunya ada spesifikasi khususnya. Baik untuk Makanan Kering maupun Maknanan Basah, Karena kemasan berfungsi untuk mempertahankan/melindungi makanan diiluar dari fungsinya sebagai penarik perhatian konsumen " ucap petugas desain kemasan.
Disini, kami mendapatkan ilmu baru mengenai desain dan spesifikasi kemasan yang dianjurkan untuk berbagai macam makanan. Baik itu makanan basah ataupun makanan kering, serta disana di beri informasi mengenai desain produk bahwasanya IKM boleh untuk bertanya ataupun mengajukan bantuan dalam pembuatan desain kemasan.
di UPT juga terdapat berbagai macam pelatihan untuk IKM yang ingin berkembang dan maju. Seperti Pelatihan Teknis Pengolahan Pangan dan Kerajinan Non Logam, Pelatihan Manajemen Usaha, Pengembangan Teknologi IKM Pangan Olahan dan Kerajinan Non Logam, Pendampingan IKM (inkubator bisnis). Dan kami juga banyak mendapatkan pembelajaran mengenai Teknologi yang dipergunakan dalam proses produksi Kemasan.
Pada Selasa 16/05/23 para penyuluh atau tenaga fungsional Industri Pangan Olahan dan Kemasan masing-masing memberikan edukasi terkait:
- Data-data IKM yang akan dikunjungi.
- Meberikan edukasi terkait pembentukan KUB
- Edukasi terkait dengan bagaimana persiapan entrepreneur menghadapi revolusi 4.0
Kunjungan Minggu Ketiga Studi lapangan (23/05/23) yang dilaksanakan pada beberapa gerai yang sudah di data penyuluh Industri Pangan Olahan dan Kemasan.
- IKM Gerai Odrimari
- IKM Gerai Kembang Setaman,
- IKM Gerai Cahaya Lidi,
- IKM Gerai Bank Sampah Siyara Kota Pekanbaru.
1. Fenomena Pemberdayaan IKM - Gerai Odrimari
Kunjungan pertama pada hari itu dilakukan di IKM Gerai Odrimari yang beramat di Jln. Karya Panam, Gerai Odrimari merupakan Gerai yang mengolah produk-produk pangan olahan tradisional.
Pada Kunjungan tersebut, kami disambut baik oleh Ketua Gerai Odnimari yaitu Ibu Asmanidar. Serta disana ketua ordnimari menjelaskan sedikit banyaknya mengenai produk apa saja yang mereka produksi dan pasarkan.
Yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai perjalanan IKM Gerai Odrimari dan Perkembangan dari IKM tersebut:
- IKM Gerai Odrimari tercipta karena Ketua RW disana melihat potensi dari warganya yang sejalan dengan kesenangan atau kebiasaan istrinya dalam membuat produk nugget.
- Kemauan untuk berani beda atau Inovasi baru yang mereka munculkan karena melihat peluang.
Dan Inovasi baru yang mereka luncurkan yaitu membuat Nugget dari sayur. Dengan harapan bisa menghasilkan nugget yang lebih sehat karena bahan dasar dari sayur-sayuran dan mudah di dapat.
Disamping perilaku adanya Budaya Organisasi. Kami memperhatikan Budaya yang mereka anut sangat kurang baik. Karena tidak adanya kedisiplinan dan tanggung jawab antar anggotanya untuk bisa melaksanakan tugas yang sudah diberikan.
Yang membuat inovasi baru mereka tidak bisa bertahan lama, karena sepinya minat dari warga yang menyukai produk mereka dan pemasarannya yang kami nilai hanya ala kadarnya.
2. Fenomena Pemberdayaan IKM - Gerai KUB Setaman
Setelah selesai dari IKM Gerai Odrimari, dan mempelajari kesalahan mereka dalam melakukan usaha. Kami kembali melanjutkan perjalanan ke Jln. Riau Ujung untuk melakukan kunjangan industri yang kedua
Dengan mendatangi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Setaman yang sudah ternama di Kota Pekanbaru, karena produk-produk yang mereka hasilkan sangat bagus dan manajemen organisasinya yang sangat baik.
" Warga disini sangat kreatif, melihat potensi tersebut saya beriniastif mengumpulkan mereka. Yang biasanya membuat kerajinan. Disini kami kumpulkan menjadi satu sehingga terciptalah KUB Kembang Setaman". Ujar Elva Nelin
Disini kami banyak belajar mengenai cara me-manajemen sebuah organisasi yang baik, Elva mengatakan untuk membentuk KUB berdasarkan peraturan pemerintah yang maju haruslah membangun rasa kebersamaan terlebih dahulu. Jika sudah terbangun rasa kebersamaan, maka akan timbul Rasa tanggung jawab diantara anggota.
Budaya Organisasi yang mereka terapkan selain dari Transparansi kepada anggota juga menerapkan Kepedulian terhadap anggota. Contoh nya seperti dengan cara, dari keuangan yang mereka miliki mereka membentuk Koperasi Simpan Pinjam yang dapat dipergunakan anggotanya.
Setelah mendapatkan poin penting dari pengelolaan dan dasar kesuksesan KUB Kembang Setaman, Elva Nelvi juga mengajak kami untuk berkeliling melihat IKM yang masih mereka naungi. Dengan nama IKM Bank Sampah Siyara Pekanbaru.
3. Fenomena Pemberdayaan IKM - Gerai Bank Sampah Siyara
Pada Kunjungan Industri ketiga ini, kami sangat tertarik dengan informasi yang disampaikan oleh bu Elva mengenai keikutsertaan mereka dalam menanggulangi sampah pelastik yang ada di lingkungannya.
IKM Bank Sampah Siyara ini memproduksi produk yang unik dan inovatif. Mereka memproduksi produk pakai yang nantinya akan dipasarkan atas nama KUB Kembang Setaman. Produk yang mereka ciptakan seperti, (Sendal dari bungkusan deterjen, Baju dari bungkusan mie instan)
Yang menarik perhatian dari pembeli dan tidak hanya pembeli, karena usaha mereka yang kreatif ini Pemerintah juga ikut tertarik perhatiannya.
Banyak yang kami dapatkan dari kunjungan industri di KUB Kembang Setaman ini dengan IKM- IKM yang mereka naungi. Pengalaman pertama kami mengetahui bagaimana proses pembuatan produk jadi dari bahan limbah plastik yang sering kita anggap remeh ternyata bisa memberikan penghasilan yang menjanjikan untuk kedepannya.
Pengalaman dalam cara me-manajemen sebuah industri juga kami pelajari disini, KUB Kembang setaman ini terdiri dari 14 IKM yang mereka naungi.
Sebagai saran, Mungkin bisa saja IKM Bank Sampah Menggabungkan beberapa jenis kain untuk mendukung produknya. Sebagai contoh, dalam produk Gaun Mie Instan. IKM Bank Sampah hanya menonjolkan keunikan dari bahan bakunya tapi belum dengan kenyamanan pemakaiannya. seharusnya untuk dalaman dari Gaun tersebut dilapisi dengan kain yang halus untuk mendukung kenyamanan konsumen yang memakainya.
4. Fenomena Pemberdayaan IKM - Gerai Cahaya Lidi
Setelah melakukan Kunjungan ke IKM Bank Sampah Siyara, Bu Elva Nelvi kembali mengajak kami untuk mengunjungi IKM Cahaya lidi sebagai kunjungan Industri IKM ke-empat.
IKM Cahaya Lidi merupakan IKM yang memproduksi produk pakai berupa ( Piring, Tempat Tisu, Tempat Minuman dll) yang terbuat dari Lidi Sawit. Inovasi yang sejalan dengan limbah plastik tadi yaitu memanfaatkan Limbah Sawit untuk membuat kerajinan yang menghasilkan daya jual tinggi.
Yang ternyata untuk menyelesaikan 1 produk piring dibutuhkan 3 orang dengan keahlian yang berbeda-beda. untuk menjaga hasil akhir.
Budaya Organisasi yang diterapkan oleh IKM Cahaya Lidi ini adalah Tranparansi dan Kolaborasi sesama anggota, yang bertujuan untuk mempermudah produksi dan tetap mempertahankan keunggulan dari produk yang dibuatnya. Dari KUB Kembang setaman dan IKM-IKM Yang dinaunginya ini kami banyak belajar bagaimana suatu IKM itu dapat bertahan, dan bagaimana seharusnya kepengurusan organisasi di dalamnya itu dijalankan. Kedisiplinan, Kepercayaan, Kekompakan.
5. Fenomena Pemberdayaan IKM - Gerai Hafidz Kitchen
Setelah diberi pembekalan lanjutan mengenai Organisasi Industri, Kami kembali melanjutkan kunjungan terakhir ke IKM yang mungkin sudah dapat dikatakan sukses. Yang berada di Jln. Paus Rumbai Ujung. Yaitu IKM Gerai Hafidz Kitchen.
IKM Ini memproduksi berbagai macam makanan dengan Brownis Kopinya yang menjadi Best Seller untuk dipasarkan ke toko-toko yang lainnya. Disana kami mendapatkan banyak motivasi dan pembekalan terkait bagaimana owner hafidz kitchen menjalankan usahanya saat berada dibangku perkuliahan.
Diharapkan setelah dilaksanakan Kunjungan yang dilakukan oleh 40 orang Mahasiswa/i, atas arahan dan binaan dari Ibu Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Dr. Hj. Mahyarni, SE, MM. dan Dosen Pengampu Mata Kuliah Desvi Empti, S.E, M.Si
Dapat membentuk pola pikir mahasiswa untuk bisa membuka usaha atau menjadi Entrepreneur sehingga pemikiran mahasiswa tidak hanya sebatas lulusan yang ingin menjadi PNS saja. Sehingga dapat memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar, Mahasiswa mengharapkan studi lapangan ini akan terbentuk mahasiswa milenial entrepreneur sehingga setelah tamat nanti dari sarjana tidak bingung lagi dalam mencari pekerjaan tetapi dapat menciptakan lapangan kerja.
Kesimpulan :
Kami Mahasiswa/i Kelas MSDM/6D berterima kasih kepada Ibu Dekan karena telah mengizinkan sekaligus menjadi pembina untuk kegiatan lapangan yang dilakukan untuk kegiatan perkuliahan di lapangan selama 3 minggu lamanya. Dan Desvi Empti, S.E, M.Si sebagai Pembimbing serta Dosen Studi Organisasi, dan penyuluh dari Industri Pangan Olahan dan Kemasan (IPOK) Karena sudah memberikan kesempatan kepada kami, untuk mempelajari perkembangan Organisasi Industri dilapangan itu seperti apa.
Sangat banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan mengenai industri kreatif yang diprogramkan oleh pemerintah.
Dan Semoga apa yang dipelajari dan kami dapati dilapangan dapat menumbuhkan hal baru yang nantinya bermanfaat untuk orang sekitar.
Serta kebijakan pemerintah terhadap pemberdayaan IKM dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, kerja sama dalam membentuk kemitraan usaha merupakan suatu strategis tepat untuk dapat mengembangkan IKM dalam adanya revolusi 4.0.
Menurut kami studi ini sangat penting, karena seorang sarjana harus menciptakan lapangan kerja. dengan cara memotivasi diri kita untuk berwirausaha. untuk mengatasi revolusi 4.0 dan yang harus diingat bahwasanya penyumbang terbesar dalam ekonomi sebuah negara terletak pada aspek Industrinya terutama IKM yang saat ini sedang maju dan berkembang.
Berita Terkait :
- RAIH 2 PERUNGGU DI KEJURNAS BABAK KUALIFIKASI PON
- DISPORA RIAU PASTIKAN ANGGARAN PELAKSANAAN PORWIL DI APBD PERUBAHAN
- WARGA PINGGIRAN PEROLEH BANTUAN PASANG BARU LISTRIK
- ROHUL DAPAT PENAMBAHAN KUOTA HAJI 29 ORANG
- DAFTAR PEMILIH TETAP KABUPATEN SIAK 325 848 SUARA PEMILIH
Komentar Via Facebook :





