MENGENAL KEMBALI SEJARAH KAPITAN OEI HI TAM BAGANSIAPIAPI
ROHIL (riautelevisi.com) - Kabupaten Rokan Hilir yang dijuluki Negeri Seribu Kubah mempunyai sejumlah sejarah yang patut untuk diketahui, salah satunya kepemimpinan Kapitan Oie Hi Tam dan Peninggalan Rumah Kapitan Oei Hi Tam pada Tahun 1910 yang terletak di tengah-tengah Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir.
Kabupaten Rokan Hilir yang terletak di Pesisir Provinsi Riau mempunyai hasil kekayaan alam yang begitu luar biasa, baik hasil di daratan maupun perairan. Namun tak kalah pentingnya, Kabupaten Rokan Hilir yang dijuluki Negeri Seribu Kubah juga mempunyai sejumlah sejarah yang patut untuk diketahui, salah satunya kepemimpinan Kapitan Oie Hi Tam dan Peninggalan Rumah Kapitan Oei Hi Tam Pada Tahun 1910 yang terletak di tengah-tengah Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir.
Setelah ditelusuri, ternyata Rumah Kapitan Oei Hi Tam pada Tahun 1910 masih mengingatkan bangunan kuno pada era Belanda hingga barang antik yang dimiliki Kapitan Oei Hi Tam seperti Kursi Tamu, Piano, Topi Oei Hi Tam dan peninggalan barang antik lainnya. Salah seorang Keturunan Generasi Ke 5 Oei Hi Tam, Kartono menjelaskan, Letnan Oei Hi Tam Lahir di Kabupaten Bengkalis Sungai Pakning Bukit Batu pada Tahun 1876. Oei Hi Tam merupakan Kapitan Pertama Kali di Bagansiapiapi pada Tahun 1908. Sebelumnya Oei Hi Tam sempat memimpin Kapitan di Kabupaten Bengkalis pada Tahun 1905. Sementara kedatangan Oei Hi Tam merupakan perintah Sultan Siak, dan Eoi Hi Tam diberikan hak istimewa yakni Hak Monopoli Garam. Setelah 3 tahun kemudian Oei Hi Tam kembali diangkat sebagai Letnan oleh Pemerintah Belanda untuk menggantikan Kapitan Tanah Putih Anggunju. Kapitan Oei Hi Tam berjasa di berbagai bidang baik di sektor pendidikan, sektor ekonomi hingga kesehatan, salah satunya membangun RSUD Dr. Pratomo Bagansiapaipi bersama Dr. Pratomo. Kartono juga menjelaskan, pada tahun 1920, Kapitan Oei Hi Tam mengalami musibah besar dimana perusahaan garam dan rumah miliknya sengaja dibakar oleh belanda karena persaingan bisnis. Dan Oei Hi Tam meninggal dunia akibat diracuni oleh Belanda. Setelah 2 tahun kematian Oei Hi Tam, akhirnya kepemimpinan Oei Hi Tam digantikan oleh Kapitan Ke 2 yakni In Yo Bingsan pada Tahun 1922 hingga 1939, dan Kapitan Ketiga Li Cung Fou pada Tahun 1939 hingga pada tahun 1945 dan Li Cung Fou terbunuh pada Peristiwa Bendera.
Untuk menlestarikan Sejarah Oei Hi Tam, Keturunan Generasi Ke 5 Oei Hi Tam saat ini menempati rumah peninggalan Kapitan Oei Hi Tam. Dan saat ini Rumah Oei Hi Tam dijadikan sebagai Cagar Budaya dengan harapan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah. (KH)
Berita Terkait :
- PELAKU BERIKAN PINJAMAN UANG KE PEKERJA MIGRAN INDONESIA
- GERAKAN EDUKASI MASYARAKAT TENTANG EKONOMI SYARIAH
- PEMUDA DIAJAK BERPERAN AKTIF DALAM KEMAJUAN PEMBANGUNAN DAERAH
- PELAKU TUNGGAL PEMBUNUHAN TERANCAM 15 TAHUN PENJARA
- KORBAN MERUPAKAN TETANGGA PELAKU
Komentar Via Facebook :





