LEGISLATOR MARWAN YOHANIS SEBUT SAWIT DAN RUSAKNYA SERAPAN AIR SEBABKAN BANJIR
Pekanbaru, riautelevisi.com- Anggota dprd riau marwan yohanis menyebut perkebunan sawit dan pembangunan secara masif di daerah resapan air, punya andil yang menyebabkan bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten , kota di riau. Marwan juga menepis pendapat yang mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir di riau membuat debit air menjadi terlalu banyak, hingga tak tertampung oleh sungai.
Anggota dprd riau marwan yohanis mengatakan masifnya hujan bukan menjadi penyebab banjir. Namun karena kalau turun hujan air langsung ke aspal, dan dari aspal langsung kesungai. Tidak ada lagi tempat untuk air itu meresap, atau tanah yang bisa menahan air itu terlebih dahulu. Bahkan drainase-drainase di perkotaan tidak dirancang saling terhubung sehingga air terjebak. Itulah yang membuat banjir. Banyaknya perkebunan sawit juga dinilai marwan punya andil terhadap banjir. Sebab dengan jutaan hektar perkebunan sawit yang ada di riau, sebagian besar dibangun di atas rawa dan daerah resapan air lainnya serta tak dibentuk embung sebagai gantinya.
Diketahui, embung adalah sebuah waduk buatan yang biasanya dibuat untuk menyimpan air hujan atau air sungai. Dengan tidak ada embung, tidak ada lagi resapan yang bisa menampung air tersebut. Jika di desa tempat resapan jadi kebun, kalau di kota resapan jadi perumahan. Mantan ketua dprd kabupaten kuansing itu meminta pemerintah provinsi riau dan pemerintah kabupaten,kota untuk segera mencari solusi jangka panjang.
Marwan yohanis menambahkan, penanganan banjir tidak dengan instan, namun butuh solusi jangka panjang agar tahun-tahun berikutnya ketika hujan ada penampungan-penampungan air.
Berita Terkait :
- KAPOLRES INHU PANTAU GUDANG LOGISTIK KPU
- KOMISI IV AKAN TURUN CEK ARMADA PENGANGKUTAN SAMPAH
- PROGRAM ANAK PUTUS SEKOLAH JADI PRIORITAS
- SEKDAPROV RIAU HADIRI PEMBUKAAN MASA SIDANG PERTAMA DPRD RIAU TAHUN 2024
- BENTUK PANSUS BAHAS RANPERDA PENGELOLAAN SUNGAI
Komentar Via Facebook :





