LEGISLATOR HARDIANTO NILAI DBH SAWIT TAK SESUAI
Pekanbaru, riautelevisi.com- Wakil ketua dprd riau hardianto menilai dbh sawit riau yang dikucurkan pusat tak sebanding dengan luasan kebun dan jumlah produksi sawit yang ada di provinsi riau. Nilai 83.13 miliar dinilai tak masuk akal.
Pemerintah pusat melalui kementerian keuangan telah menyalurkan dana bagi hasil, dbh, perkebunan kelapa sawit untuk 350 daerah penghasil se-indonesia. Total dbh yang akan ditransfer per september hingga desember 2023, sebanyak rp3,4 triliun. Provinsi riau menjadi penerima terbesar dbh sawit, yakni sebanyak rp83,13 miliar. Wakil ketua dprd riau hardianto menyebut, bahwa provinsi riau memiliki kebun sawit terluas di indonesia, baik itu kawasan non-hutan ataupun kawasan hutan. Sehingga nilai rp 83,13 miliar dianggapnya tidak masuk akal. Legislator dapil dumai bengkalis meranti ini menegaskan, bahwa provinsi riau memiliki hak untuk mengetahui rumusan tersebut sekaligus hak untuk mendapatkan dbh yang lebih besar. Dprd riau mendorong pemprov riau untuk melobi kembali kementerian keuangan agar meningkatkan nilai dbh sawit.
Hardianto mengatakan bahwa dbh sawit itu nantinya tidak hanya digunakan untuk membangun infrastruktur di riau namun juga untuk melakukan perbaikan ekosistem yang terdampak akibat keberadaan kebun sawit.
Berita Terkait :
- DPRD RIAU AGENDAKAN PAW JIKA SK KEMENDAGRI KELUAR
- BAWASLU PEKANBARU PAPARKAN ATURAN KAMPANYE SOSMED
- POLRES BENGKALIS DAN MEDIA SIAP SUKSESKAN PEMILU
- BAWASLU PEKANBARU TERTIBKAN 5 913 ALAT PERAGA
- KELUARGA KORBAN BERHARAP PELAKU DIHUKUM DENGAN BERAT
Komentar Via Facebook :





