KKN 117 UMRI AJAK WARGA SUKA MENANTI MANFAATKAN AIR BERAS DAN TANAM TOGA
  •  
  • Berita
    • Metropolis
    • Pemerintah
    • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Iptek
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Sosial Budaya
    • Jeruji
  • Daerah
    • Kab. Bengkalis
    • Kab. INHIL
    • Kab. INHU
    • Kab. Kampar
    • Kab. Kuansing
    • Kab. Pelalawan
    • Kab. ROHIL
    • Kab. ROHUL
    • Kab. Siak
    • Kab. Meranti
    • Kota Dumai
  • Program
    • Detak Riau
    • Hilir Mudik
    • Makan-Makan
    • School Update
    • [Dibalik]Metropolis
    • Detak Melayu
  • Streaming
  • Jadwal Acara
  • Tentang Kami
    • Profile
    • Redaksi
    • Marketing
  • Advertorial
  • Indeks
/
KKN 117 UMRI AJAK WARGA SUKA MENANTI MANFAATKAN AIR BERAS DAN TANAM TOGA MAULID NABI DI MASJID ANNUR, MOMENTUM SYIARKAN KETELADANAN RASULULLAH LAPAS KELAS II A BENGKALIS OVER KAPASITAS KAPOLRES AJAK JAGA KAMTIBMAS, LAPORAN DARWIS AKAN DIUSUT KUASA HUKUM DARWIS LAPORKAN AKUN TIKTOK KE POLRES KUANSING PRIA SETENGAH ABAD LEBIH TERLIBAT NARKOBA FWL DPRD RIAU GELAR PELATIHAN JURNALIS DI SMKN PERTANIAN TERPADU UNIVERSITAS ISLAM AL KIFAYAH RIAU WISUDA 292 MAHASISWA KEMUDAHAN APLIKASI SAPA HATI, BAPENDA KAMPAR MAKSIMALKAN POTENSI PAJAK PEMKO PEKANBARU GULIRKAN PROGRAM TAHSIN BAGI ASN

Kembali Ke Atas

Kuliah Kerja Nyata/ Reporter: Ika Hamdani – Mahasiswa KKN Kelompok 117 UMRI

KKN 117 UMRI AJAK WARGA SUKA MENANTI MANFAATKAN AIR BERAS DAN TANAM TOGA

Minggu 30 Agustus 2026, 18:15 WIB | Dibaca: 23 Kali | Kategori : Pendidikan

Mahasiswa KKN 117 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama warga Dusun Suka Menanti, Desa Sungai Lipai, dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik serta penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Riautelevisi.com, Sungai Lipai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 117 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik cair serta penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama warga Dusun Suka Menanti, Desa Sungai Lipai, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN 117 UMRI yang diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain mengurangi bahan rumah tangga yang terbuang, pemanfaatan air cucian beras dan penanaman TOGA diharapkan dapat mendukung kebutuhan tanaman di lingkungan rumah.

Kegiatan dipusatkan di lokasi TOGA Dusun Suka Menanti dan diikuti sejumlah kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta perangkat dusun. Warga mengikuti kegiatan mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan pupuk dan penanaman tanaman secara langsung.

Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa air cucian beras yang selama ini umumnya dibuang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik cair. Air beras mengandung sejumlah unsur yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemupukan.

Mahasiswa kemudian menjelaskan tahapan pengolahan air cucian beras kepada warga. Proses dimulai dengan mengumpulkan air cucian beras, kemudian memasukkannya ke dalam wadah yang sesuai untuk menjalani proses fermentasi selama beberapa hari.

Setelah melalui proses fermentasi, pupuk air beras dapat diaplikasikan pada tanaman. Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan dan takaran agar pupuk dapat dimanfaatkan dengan tepat sesuai kebutuhan tanaman.

Untuk memudahkan warga memahami proses tersebut, mahasiswa KKN 117 UMRI membawa contoh pupuk air beras yang telah difermentasi. Pupuk tersebut kemudian diperlihatkan sekaligus dipraktikkan penggunaannya di hadapan warga.

Praktik tersebut mendapat perhatian dari peserta kegiatan. Warga turut mengajukan sejumlah pertanyaan, mulai dari lama proses fermentasi, cara penyimpanan, takaran penggunaan, hingga jenis tanaman yang dapat diberikan pupuk organik tersebut.

Selain sosialisasi pupuk organik, mahasiswa KKN 117 UMRI juga mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam TOGA. Penanaman dilakukan secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan di sekitar pusat TOGA Dusun Suka Menanti.

Sejumlah tanaman yang ditanam di antaranya jahe, kunyit, serai, dan daun sirih. Tanaman tersebut dipilih karena relatif mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman herbal untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelum proses penanaman, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai karakteristik dan manfaat masing-masing tanaman. Warga juga diberikan arahan mengenai teknik penanaman dan perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Jahe dan kunyit, misalnya, dikenal luas sebagai tanaman yang dapat diolah menjadi bahan minuman herbal. Sementara serai dapat dimanfaatkan sebagai bumbu maupun bahan minuman, sedangkan daun sirih telah lama digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan tradisional.

Setelah mendapatkan penjelasan, mahasiswa dan warga melakukan penanaman secara gotong royong. Bibit TOGA ditanam pada lahan yang telah disiapkan dengan memperhatikan jarak dan kondisi tanah.

Pupuk organik berbahan air cucian beras yang sebelumnya telah dibuat juga diaplikasikan pada tanaman TOGA. Dengan demikian, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk, tetapi juga melihat secara langsung penerapannya pada tanaman yang baru ditanam.

Mahasiswa turut memberikan arahan mengenai perawatan tanaman, seperti penyiraman secara rutin, memastikan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup, serta memberikan pupuk secara berkala sesuai kebutuhan.

Ketua kelompok KKN 117 UMRI mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, warga Dusun Suka Menanti dapat terus memanfaatkan pupuk organik dari air beras dan merawat tanaman TOGA secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan meskipun program KKN telah selesai,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan bahan rumah tangga menjadi produk yang berguna dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus mendukung kegiatan bercocok tanam di lingkungan rumah.

Antusiasme juga terlihat dari kader PKK dan perangkat dusun yang mengikuti kegiatan hingga sesi praktik. Sejumlah warga tampak aktif berdiskusi dengan mahasiswa terkait cara pembuatan pupuk dan perawatan tanaman.

Salah seorang warga menyambut baik kegiatan tersebut karena materi yang diberikan dinilai dekat dengan aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan air cucian beras juga dinilai cukup sederhana karena bahan tersebut mudah diperoleh dari rumah tangga.

Selain itu, keberadaan tanaman TOGA di pekarangan dinilai dapat memberikan manfaat bagi keluarga. Warga dapat merawat tanaman secara mandiri dan memanfaatkannya sebagai bahan herbal sesuai kebutuhan.

Perangkat Dusun Suka Menanti turut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN 117 UMRI. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan program KKN, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat.

Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman TOGA juga diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak hanya sebagai tanaman obat keluarga, keberadaan tanaman tersebut dapat membuat lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan produktif.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 117 UMRI berupaya memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan warga dengan memanfaatkan bahan dan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Program sosialisasi pupuk organik dan penanaman TOGA ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Dengan adanya praktik langsung, warga diharapkan dapat melanjutkan pembuatan pupuk organik dari air cucian beras serta melakukan perawatan tanaman TOGA secara mandiri setelah program KKN berakhir.



Punya Info menarik disekeliling Anda..? Kirimkan ke Alamat Email : redaksi@riautelevisi.com (Lampirkan Data Diri Anda).


Berita Terkait :
  • PELALAWAN : Pelaku Pembacokan Kepala Sekolah Berhasil Di Tangkap
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Melalui Anus
  • PELALAWAN : Guru Olahraga Nekad Bacok Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui
  • ROHUL : Bripka ST Simanjuntak Ikuti Tes Psikologis
  • Dalam Rekonstruksi, Tersangka Sudah Merencanakan Pembunuhan

Komentar Via Facebook :


loading...

BERITA POPULER
1
DARI PATROLI KARHUTLA, POLISI BONGKA PONDOK PENYIMPANAN NARKOBA

2
KASUS DBD MELONJAK, WARGA SEKIP HULU FOGGING LINGKUNGAN

3
PEMKO PEKANBARU TERAPKAN BELAJAR DARING HINGGA 3 HARI KEDEPAN

4
ANTISIPASI KABUT ASAP, POLRES DUMAI BAGIKAN 200 MASKER

5
TERDETEKSI JUDOL DAN PINJOL, DATA PENERIMA BANSOS DI SIAK MENGALAMI PENURUNAN

ADVERTORIAL

Kamis, 25 Juli 2024

KETUM LPPM DPP SERAHKAN MANDAT KEPADA KETUA LPPM DPW RAU DAN DPD KOTA PEKANBARU




 
 

 
PT. Riau Media Televisi : Komp. Riau Pos Grup, Jl. HR. Soebrantas Km 10,5 Pekanbaru, Riau Telp. ( 0761 ) 567486 - 3015016
Media Patner :


RiauTelevisi.com : Home | Redaksi |Tentang | Info Iklan | Indeks Berita | Hubungi Kami
   Copyright © 2012 - riautelevisi.com All Rights Reserved,    Desain By :Aditya