KKN 117 UMRI AJAK WARGA SUKA MENANTI MANFAATKAN AIR BERAS DAN TANAM TOGA
  •  
  • Berita
    • Metropolis
    • Pemerintah
    • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Iptek
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Sosial Budaya
    • Jeruji
  • Daerah
    • Kab. Bengkalis
    • Kab. INHIL
    • Kab. INHU
    • Kab. Kampar
    • Kab. Kuansing
    • Kab. Pelalawan
    • Kab. ROHIL
    • Kab. ROHUL
    • Kab. Siak
    • Kab. Meranti
    • Kota Dumai
  • Program
    • Detak Riau
    • Hilir Mudik
    • Makan-Makan
    • School Update
    • [Dibalik]Metropolis
    • Detak Melayu
  • Streaming
  • Jadwal Acara
  • Tentang Kami
    • Profile
    • Redaksi
    • Marketing
  • Advertorial
  • Indeks
/
PELUNCURAN BUKU SONGKET MELAYU WARNAI SEMINAR BUDAYA YAYASAN MAHARATU SMA WITAMA TAMPILKAN KARAKTER KUAT DALAM KOMPETISI ROIS : MASALAH KABUT ASAP SULIT DIINTERVENSI WARGA LABUHAN TANGGA BESAR INGINKAN PENGHULU PEDULI MASYARAKAT KARMILA SARI SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN DI SMK PERTANIAN 5 KECAMATAN PERLU PROGRAM KETAHANAN PANGAN 5 KECAMATAN PEKANBARU PERLU PRIORITAS PENDIDIKAN SEJUMLAH SEKTOR PAJAK DAERAH JADI FOKUS SATGAS OPAD PEMPROV RIAU OPTIMALKAN POTENSI PAJAK MELALUI PENATAAN WAPU KAPOLDA DAN PANGDAM AKAN BERIKAN REWAD KEPADA PERSONEL

Kembali Ke Atas

Kuliah Kerja Nyata/ Reporter: Ika Hamdani – Mahasiswa KKN Kelompok 117 UMRI

KKN 117 UMRI AJAK WARGA SUKA MENANTI MANFAATKAN AIR BERAS DAN TANAM TOGA

Minggu 30 Agustus 2026, 18:15 WIB | Dibaca: 162 Kali | Kategori : Pendidikan

Mahasiswa KKN 117 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama warga Dusun Suka Menanti, Desa Sungai Lipai, dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik serta penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Riautelevisi.com, Sungai Lipai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 117 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik cair dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama warga Dusun Suka Menanti, Desa Sungai Lipai, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN 117 UMRI dalam mendorong masyarakat memanfaatkan bahan dan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Air cucian beras yang selama ini kerap dibuang diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemupukan tanaman.

Kegiatan dipusatkan di lokasi TOGA Dusun Suka Menanti dan diikuti sejumlah kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta perangkat dusun. Warga mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian materi, praktik pembuatan pupuk organik hingga penanaman TOGA.

Program tersebut dilaksanakan oleh 12 mahasiswa KKN 117 UMRI, yakni Amanda Devina, Ilham Rafli Arrafif, Muhammad Iqbal Zharfan, Ika Hamdani, Sri Indriyani, Moh. Thauriq Nanda Rifansyah, Khalisha Zalfa Humaira, Rafiq Abdussalam, Havizul Fikri, Suci Rahmadani, Rasita Nabila Filza dan Winda Amanda Putri.

Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan bahwa air cucian beras yang umumnya menjadi limbah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik cair. Air beras mengandung sejumlah unsur yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pemupukan.

Mahasiswa kemudian menjelaskan tahapan pengolahan air cucian beras kepada warga. Proses dimulai dengan mengumpulkan air cucian beras, kemudian memasukkannya ke dalam wadah yang sesuai untuk menjalani proses fermentasi selama beberapa hari.

Setelah proses fermentasi selesai, pupuk air beras dapat diaplikasikan pada tanaman dengan takaran yang disesuaikan. Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan dan penyimpanan agar pupuk dapat dimanfaatkan secara tepat.

Untuk memberikan gambaran secara langsung, mahasiswa KKN 117 UMRI membawa contoh pupuk air beras yang telah difermentasi. Pupuk tersebut diperlihatkan sekaligus dipraktikkan penggunaannya pada tanaman di lokasi kegiatan.

Praktik tersebut mendapat perhatian dari peserta. Sejumlah warga turut mengajukan pertanyaan mengenai lama proses fermentasi, cara penyimpanan, takaran penggunaan hingga jenis tanaman yang dapat diberikan pupuk organik tersebut.

Selain sosialisasi pupuk organik, mahasiswa KKN 117 UMRI juga mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam TOGA. Penanaman dilakukan secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan di sekitar pusat TOGA Dusun Suka Menanti.

Sejumlah tanaman yang ditanam antara lain jahe, kunyit, serai dan daun sirih. Tanaman tersebut dipilih karena relatif mudah ditemukan serta dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman herbal dan kebutuhan rumah tangga.

Sebelum proses penanaman, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai karakteristik dan manfaat masing-masing tanaman. Warga juga mendapatkan arahan mengenai teknik penanaman dan perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Dalam praktiknya, pupuk organik berbahan air cucian beras yang telah dibuat turut diaplikasikan pada tanaman TOGA. Warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk, tetapi juga melihat langsung penerapannya pada tanaman yang baru ditanam.

Mahasiswa juga memberikan arahan mengenai perawatan tanaman, seperti penyiraman secara rutin, memastikan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup serta memberikan pupuk secara berkala sesuai kebutuhan.

Antusiasme terlihat dari kader PKK dan perangkat dusun yang mengikuti kegiatan hingga sesi praktik. Sejumlah warga aktif berdiskusi dengan mahasiswa terkait cara pembuatan pupuk dan perawatan tanaman TOGA.

Pemanfaatan air cucian beras dinilai menjadi langkah sederhana dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendukung kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan juga mudah diperoleh karena berasal dari aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Sementara itu, keberadaan tanaman TOGA di lingkungan dusun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga. Selain dapat dirawat secara mandiri, tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan herbal sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat dilanjutkan masyarakat setelah program KKN selesai. Pemanfaatan lahan untuk tanaman TOGA dapat terus dikembangkan sehingga lingkungan menjadi lebih hijau, produktif dan memberikan manfaat bagi warga.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 117 UMRI berupaya memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan dan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sosialisasi pupuk organik dan penanaman TOGA menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. **



Punya Info menarik disekeliling Anda..? Kirimkan ke Alamat Email : redaksi@riautelevisi.com (Lampirkan Data Diri Anda).


Berita Terkait :
  • PELALAWAN : Pelaku Pembacokan Kepala Sekolah Berhasil Di Tangkap
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Melalui Anus
  • PELALAWAN : Guru Olahraga Nekad Bacok Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui
  • ROHUL : Bripka ST Simanjuntak Ikuti Tes Psikologis
  • Dalam Rekonstruksi, Tersangka Sudah Merencanakan Pembunuhan

Komentar Via Facebook :


loading...

BERITA POPULER
1
PEMADAMAN KARHUTLA TELAN BIAYA BESAR, APH HARUS BERI SANKSI TEGAS TERHADAP PELAKU

2
LAPORAN WARGA, POLRES KUANSING BAKAR 8 RAKIT PERI DI SUNGAI KUANTAN

3
MELALUI BUPATI ANTON, DISDIKPORA ROHUL KOMIT MAJUKAN DUNIA PENDIDIKAN

4
DPRD : PIHAK EKSTERNAL HARUS IKUT AWASI OPERASIONAL DAPUR MBG

5
DUGAAN KORUPSI, KEJARI GELEDAH SETDAKAB MERANTI

ADVERTORIAL

Kamis, 25 Juli 2024

KETUM LPPM DPP SERAHKAN MANDAT KEPADA KETUA LPPM DPW RAU DAN DPD KOTA PEKANBARU




 
 

 
PT. Riau Media Televisi : Komp. Riau Pos Grup, Jl. HR. Soebrantas Km 10,5 Pekanbaru, Riau Telp. ( 0761 ) 567486 - 3015016
Media Patner :


RiauTelevisi.com : Home | Redaksi |Tentang | Info Iklan | Indeks Berita | Hubungi Kami
   Copyright © 2012 - riautelevisi.com All Rights Reserved,    Desain By :Aditya