KETUA DPRD KAMPAR PRIHATIN ATAS PERISTIWA OTT DI DINAS KESEHATAN KAMPAR
KAMPAR (riautelevisi.com) - Ketua Dprd Kampar, Muhammad Faisal, prihatin atas Operasi Tangkap Tangan, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, yang terjadi pada bulan Mei lalu, dan berhasil menjaring Kadis Kesehatan Kampar, inisial Z-D, bersama Kepala Puskesmas Sibiruang, inisial M-R yang merupakan orang kepercayaannya. Politisi Partai Gerindra ini berharap, kepada seluruh Kepala OPD untuk bekerja sesuai aturan.
Peristiwa Operasi Tangkap Tangan, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, yang terjadi pada bulan Mei lalu, dan berhasil menjaring Kadis Kesehatan Kampar, inisial Z-D, bersama Kepala Puskesmas Sibiruang inisial M-R, membuat keprihatinan dari berbagai pihak. Termasuk para anggota legislatif, yang duduk di Gedung Parlemen Kabupaten Kampar. Sebagai lembaga pengawas, jalannya roda pemerintahan, merasa kecolongan, sebab fungsi pengawasan, yang selalu mereka lakukan, ternyata belum maksimal., Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Agus Candra, mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin akan peristiwa tersebut OTT ini. Namun ia juga kecewa akan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kampar tersebut, karena dalam setiap rapat kerja, ia selalu mengingatkan, agar tidak ada lagi praktek – praktek korupsi dan pungli, di dinas bersangkutan, ,oleh karena itu, pihaknya kembali meminta kepada Penjabat Bupati Kampar, untuk lebih maksimal melakukan pengawasan. Terhadap para Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah Kabupaten Kampar ini, supaya peristiwa memalukan ini tidak terulang lagi.
Sedangkan Ketua Komisi Dua Dprd Kampar, Habiburrahman, mengungkapkan, saat mengetahui peristiwa OTT tersebut, pihaknya sangat kecewa. Karena Dinas Kesehatan ini sendiri, merupakan mitra kerja dari komisi yang ia pimpin. Dan dalam setiap rapat kerja, ia selalu menyampaikan, agar dalam pelaksanaan kegiatan maupun program dan penggunaan anggaran, harus selalu mengikuti aturan – aturan yang ada.
Jangan lagi ada budaya pungli , dan praktek korupsi, dalam pelaksanaan tugas. Namun ia tetap mengingatkan kembali kepada seluruh ASN , yang ada di dinas kesehatan, agar tetap bekerja dengan baik, jangan sampai peristiwa ini, membuat terhambatnya pelayanan kesehatan yang ada di dinas tersebut.
Ketua Dprd Kampar, Muhammad Faisal, saat dimintai tanggapannya menyampaikan jadikanlah peristiwa OTT di Dinas Kesehatan ini, sebagai intropeksi diri, oleh jajaran Dinas Kesehatan maupun ASN yang ada di setiap OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Karena peristiwa ini bisa terjadi kepada semua orang, jika tidak patuh terhadap aturan dalam penggunaan anggaran negara. Ia juga minta kepada seluruh pihak, untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, dalam kasus ini, dan biarkanlah aparat penegak hukum, menjalankan prosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dari informasi pihak Kepolisian Polda Riau, penangkapan tersangka Z-D dan M-R, berawal dari informasi yang didapat Tim Subdit Tiga Tipikor, Ditreskrimsus Polda Riau, terkait adanya dugaan pungutan liar, yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kampar, terhadap Kepala Puskesmas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengumpulan uang yang dipungut kepada para Kepala Puskesmas ini, dilakukan oleh Kadis Kesehatan, yang kemudian memerintahkan tersangka M-R, untuk mengkoordinir dan mengumpulkan uang tersebut. Uang pungli tersebut bervariasi, ada yang sepuluh juta rupiah, dan ada juga lima jutarupiah. (AB)
Berita Terkait :
- PJ SEKDA KAMPAR HADIRI RAPAT PARIPURNA PANDANGAN UMUM FRAKSI RPP APBD KAMPAR 2022
- RAPAT PARIPURNA AGENDA PENYAMPAIAN LAPORAN RESES MASA SIDANG II SEKALIGUS PEMBUKAAN MASA SIDANG I
- KABAN KESBANGPOL KOTA RESMIKAN LOMBA MANCING PADA HARI JADI RFC
- 28 PERSONIL POLRES ROHIL NAIK PANGKAT
- KOMISI III DESAK PEMKO SEGERAKAN PEMBANGUNAN USB
Komentar Via Facebook :





