DUNIA PENDIDIKAN RIAU KEMBALI TERCORENG
Pekanbaru, riautelevisi.com- Usai aksi dugaan penganiayaan pelajar yang sempat viral di smp negeri 5 pekanbaru, kali ini aksi dugaan penganiayaan pelajar kembali terjadi di salah satu pesantren di kabupaten kampar. Bahkan korban, yang trauma dengan insiden ini, memilih untuk pindah sekolah.
Dimana korban (a-a),merupakan santri kelas 8 pondok pesantren al ishlah, yang berasa di kecamatan kampar kiri, kabupaten kampar. Aa yang di duga menjadi korban penganiayaan sesama pelajar lainnya, pada bulan mei lalu, sempat mengalami memar dan luka di bagian bibir, dan sempat trauma. Tidak terima anaknya menjadi korban penganiayaan, ibu korban, desi lestari astuti bersama kuasa hukumnya, hendry gunawan, melaporkan kasus ini ke polda riau, dan sudah di terima untuk di tindak lanjuti. Sejauh ini, kuasa hukum korban sudah melakukan berbagai upaya mediasi, namun tak kunjung ada kesempatan. Selain melaporkan para pelaku yang juga merupakan santri di pondok pesantren, kuasa hukum juga melaporkan pihak ponpes, karena ada indikasi kelalaian yang di lakukan.
Menanggapi hal ini, pengawas ponpes al ishlah, armansyah, membenarkan terkait adanya dugaan penganiayaan yang sudah terjadi. Pihaknya mengaku, menyerahkan sepenuhnya hal ini ke aparat penegak hukum, sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Bahkan korban, yang trauma dengan insiden ini, memilih untuk pindah sekolah. Kasus ini di harapkan menjadi kasus terakhir, yang mencoreng citra pendidikan di provinsi riau. (YS)
Berita Terkait :
- TAK TERIMA ALAT MUSIK DIAMANKAN, PEMILIK YS DAN OP MENGAMUK
- DLHK BERI TINDAKAN TEGAS ATASI SAMPAH
- SATPOL PP DIDORONG SURATI PEMILIK PROVIDER
- POLDA BERI BANTUAN 23 SUMUR BOR KE MASYARAKAT RIAU
- DKPP ROHIL DAPAT BANTUAN PERONTOK JAGUNG
Komentar Via Facebook :





