DPRD RIAU MINTA PEMPROV TAMBAH PERALATAN ATASI BANJIR
Pekanbaru, riautelevisi.com- Dprd riau meminta pemerintah provinsi riau terutama bpbd riau, untuk menambah seluruh peralatan pendukung dalam penanggulangan banjir. Seperti menambah perahu karet.
Pemerintah provinsi riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi ,banjir, tanah longsor dan puting beliung, sejak tahun 2023. Status tersebut terhitung sejak tanggal 22 desember 2023 sampai dengan 31 januari 2024. Hal ini mengingat 10 dari 12 kabupaten kota di riau, dalam kondisi dilanda banjir di beberapa titik kabupaten kota. 10 daerah yang terdampak banjir di riau terdiri dari 41 kecamatan dan 121 desa, adapun rinciannya, kota pekanbaru ada 4 kecamatan dan 6 kelurahan yang banjir, kabupaten indragiri hilir ada 5 kecamatan dan 5 desa banjir, kabupaten indragiri hulu ada 2 kecamatan dan 3 desa banjir, kabupaten pelalawan ada 6 kecamatan dan 24 desa serta mengakibatkan jalan lintas sumatera putus. Selanjutnya bengkalis ada 4 kecamatan dan 7 desa, kampar ada 3 kecamatan dan 3 desa, kuantan singingi ada 4 kecamatan dan 7 desa, rokan hilir 10 kecamatan dan 60 desa,, rokan hulu 1 kecamatan dan 2 desa, dan kepulauan meranti 2 kecamatan dan 4 desa mengalami banjir. Berbagai upaya dilakukan pemerintah provinsi riau, dalam menangani bencana banjir yang melanda 10 dari 12 kabupaten kota. Di mana sejak tanggal 1 hingga 14 januari 2024, sebanyak 36.541 kk terdampak bencana banjir. Pemprov riau melakukan pemantauan kondisi terkini, menyebarkan informasi peringatan dini, meningkatkan koordinasi dengan tni polri dan seluruh stakeholder terkait, serta memberikan himbauan kepada masyarakat dan upaya bantuan lainnya. Sejumlah anggota dprd riau pun melakukan interupsi pada saat beberapa sidang paripurna, mengingatkan agar banjir ini segera ditangani. Wakil ketua dprd riau hardianto yang memimpin sidang paripurna mengatakan, terkait dengan masyarakat terkena banjir, yang butuh bantuan dalam bentuk sembako, pakaian dan selimut, ia berharap bahwa tidak hanya pemerintah, tapi seluruh masyarakat di provinsi riau dapat memberikan uluran tangan. Sementara untuk bpbd, masyarakat membutuhkan tambahan perahu karet. Guna menunjang segala aktivitas dilokasi banjir. Diharapkan hal ini dapat terpenuhi dari pihak pemerintah.
Sebelumnya gubernur riau edy natar nasution menyampaikan pemprov riau juga menyediakan perahu karet, mobil ambulance sebanyak 12 unit di jalan lintas timur kilometer 83. Selanjutnya membentuk posko terpadu, serta pengaturan proses belajar mengajar pada sekolah atau satuan pendidikan yang terdampak banjir. Diakui gubernur riau, berbagai upaya dan kebutuhan telah disalurkan, namun masih terdapat berbagai masalah yang dihadapi. Seperti sebagian masyarakat enggan mengungsi, dengan alasan keamanan harta bendanya, lalu akses jalan dan jembatan yang rusak menghambat penyaluran bantuan, serta terbatasnya jumlah tenda pengungsi dan perahu evakuasi korban banjir.
Berita Terkait :
- PEMERINTAH PERLU PIKIRKAN DAMPAK SETELAH BANJIR
- WARGA TIDAK BISA BERAKTIFITAS SAAT BANJIR
- PINTU PLTA DI BUKA, DEBIT AIR ALAMI PENINGKATAN
- BUPATI ROHIL KUNJUNGI DAN BERIKAN RATUSAN PAKET SEMBAKO KEPADA KORBAN BANJIR
- 348 JIWA TERDAMPAK BANJIR DI DESA WONOSARI
Komentar Via Facebook :





