DPRD MINTA PEMPROV MULAI PERSIAPKAN PASOKAN DAN KESEHATAN HEWAN KURBAN
PEKANBARU (riautelevisi.com) - Dprd Riau, meminta Pemerintah Provinsi Riau, agar mempersiapkan segala sesuatunya terkait hewan kurban. Karena pada momen ini, kebutuhan akan pasokan hewan ternak sapi maupun kambing, bakal lebih banyak dari biasanya.
Umat muslim, bakal merayakan Idul Adha pada akhir Juni ini. Pada momen ini, kebutuhan akan pasokan hewan ternak sapi maupun kambing, bakal lebih banyak dari biasanya. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Riau, diminta agar mempersiapkan segala sesuatunya. Seperti menjaga pasokan hewan kurban tetap stabil, hingga memastikan kesehatan hewan yang masuk. Diketahui kebutuhan hewan kurban di Provinsi Riau , untuk Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah, atau tahun 2023, mencapai 49.367 ekor. Sedangkan ketersediaan hewan kurban sendiri, terdapat 51.688 ekor. Artinya ketersediaan hewan kurban , seperti sapi dan kerbau, di Bumi Lancang Kuning, masih aman. Hanya saja untuk kerbau, hanya terdapat di Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kabupaten Kampar. Berdasarkan laporan dari Kabupaten Kota, ketersediaan hewan kurban di Riau , terdapat 51.688 ekor. Sedangkan kebutuhan hewan kurban , diprediksi mencapai 49.367 ekor. Artinya stok atau ketersediaan hewan kurban di Riau tahun ini, masih dalam keadaan aman. Dari ketersediaan 51.688 ekor hewan kurban tersebut, 30 persen merupakan sapi lokal, sementara sisanya didatangkan dari luar Provinsi Riau. Seperti dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur. Hal ini di jelaskan Wakil Ketua Komisi II Dprd Riau, Zulfi Murshal, yang membidangi perternakan. Dikatakan Zulfi, dari laporan yang ia terima, Pemprov melalui Dinas Perternakan, sudah mulai melakukan kontrol terhadap pasokan dan kesehatan hewan kurban. Meski begitu, pihaknya tetap meminta agar pantauan tersebut, tetap di intensifkan hingga pelaksanaan Idul Adha. Pasokan hewan kurban masuk ke Riau, harus terkontrol dengan baik. Kemudian pasokannya juga harus dipastikan, agar tidak berkurang. Pihaknya berharap, pantauan serta peran aktif koordinasi segala sesuatu, dengan segala lini, untuk dapat berkerjasama. Dalam kesempatan itu, Politisi PAN ini turut menyinggung, perihal penyakit hewan ternak yang belakangan sempat marak, seperti penyakit sapi ngorok. Khusus untuk ini, distanak diminta untuk selalu melakukan pantauan, dan berkoordinasi dengan daerah.
Mana yang terpapar dan masuk kedalam zona merah, diharapkan dapat diverifikasi kembali. Pihaknya berharap, masyarakat tidak sulit mendapatkan hewan kurban, serta bisa mengontrol dan menjamin kesehatan hewan kurban.
Dengan ketersediaan hewan kurban yang cukup , diharapkan dapat menekan harga hewan kurban di Provinsi Riau. (FBL)
Berita Terkait :
- WAKIL KETUA DPRD RIAU AGUNG NUGROHO USULKAN PERDA ANTI LGBT
- WISATA PANTAI INDAH SELAT BARU PENUNJANG UMKM LOKAL
- PEMPROV RIAU BERIKAN PELATIHAN UNTUK UMKM KELAS EKSPOR
- PEKERJA BURUH BERTAHAN DI DISNAKERTRANS RIAU
- BENAHI DATA DTKS AGAR UHC TEPAT SASARAN
Komentar Via Facebook :





