CARA SERU SISWA SMKN PETANIAN MENGOLAH HASIL PERTANIAN JADI PRODUK BERNILAI JUAL
Di sekolah menengah kejuruan pertanian kegiatan pembelajaran berbasis projek merupakan salah satu bentuk pendekatan yang sangat penting di jenjang SMK.Riau merupakan salah satu penghasil nenas yang cukup melimpah untuk wilayah riau.melihat peluang usaha yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran maka siswa di harapkan mampu melihat peluang usaha ini sekaligus dapat meningkatkan keterampilan jiwa kewirausahaan.
Model pembelajaran yang di lakukan pada jenjang Smk pertanian dengan menggunakan metode Projek Based Learning ( Pjbl ).Model pembelajaran ini memberikan ruang kreatifitas siswa dalam melakukan pembelajaran,siswa lebih aktif dan mampu menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik.
Kegiatan pembelajaran di SMKN Pertanian memiliki beberapa mata pelajaran yang akan diikuti peserta didik.salah satu mata pelajaran pengolahan hasil Nabati untuk di kelas XI siswa.dimata pelajaran ini siswa akan mengolah salah satu bahan nabati yaitu nenas.dengan komoditi yang melimpah dan dapat di lakukan diversifikasi pangan sehingga panen yang menumpuk apabila tidak terpasarkan dapat di olah lagi sehingga dapat menambah pendapatan.
Salah satu olahan nenas yang di praktik kan adalah pembuatan selai nenas,mengapa selai yang siswa smkn pertanian pilih?selain karena mudah dalam pembuatannya selai juga bisa langsung di pasarkan karena di mata pelajaran pengolahan hasil nabati juga membuat olahan roti,nah hasil olahan selai ini bisa langsung untuk di gunakan pada pembuatan roti.
Langkah awal yang siswa lakukan sebelum pembuatan selai adalah pemahaman tentang karakteristik dari bahan dasar selai ini.siswa dibagi menjadibeberapa kelompok yang masing – masing kelompok bertanggung jawab terhadap proses dan tahapan pembuatannya ( mulai dari penyiapan balat dan bahan sampai proses pengemasan).Setiap dikelompok di bekali dengan LKPD ( lembar kerja peserta didik )
Namun Selama proses pembuatan selai nenas semua kelompok diberi kebebasan dalam hal modifikasi selai misalnya dengan penambahan bahan tambahan pangan pada selai yang mereka buat,contohnya penambahan cengkeh atau kayu manis serta siswa mampu mendesain stiker kemasan yang menarik.
Setelah selai tersebut selesai masing – masing kelompok mempresentasikan hasil projek mereka di depan kelompok lain.
Dengan kegiatan ini terlihat siswa antusias dalam pembelajaran ,mereka mampu menyelesaian permasalahan – permasalahan yang mereka hadapi.
Pembelajaran ini menjadi refleksi bagi guru bahwa pembelajaran bermakna mampu menyelaraskan ilmu pengetahuan dengan kehidupan nyata
Pembelajaran berbasis projek merupakan strategi untuk menciptakan pembelajaran yang aktif,inovatif dan relevan sesuai kebutuhan dunia industri.
Berita Terkait :
- BKD Tunggu Hasil Tes Dari Asesor Kenenham RI
- Ikan Bakar Uni Ir, Miliki Cita Rasa Berbeda
- KUA PPAS APBD Kota Pekanbaru Sudah Diserahkan Ke DPRD
- Susilo Divonis 6 Tahun Penjara
- Alumni Dituntut Pengabdian Diri Pada Masyarakat
Komentar Via Facebook :





