BATAL DITEMPATKAN PPPK, 23 GURU HONORER MENGADU KE DPRD ROHUL
Sebanyak 23 orang guru honorer peserta seleksi pppk mengadu ke dprd rohul. mereka mempertanyakan alasan pembatalan penempatan mereka sebagai guru pppk meskipun sebelumnya sudah dinyatakan lulus.
Harapan 23 guru honorer yang masih dalam prioritas 1 untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau pppk harus pupus. pasalnya, 23 guru honorer ini tiba-tiba saja dibatalkan penempatannya meskipun sudah dinyatakan lulus dalam seleksi pppk yang dilaksanakan tahun 2021 lalu. merasa ada yang janggal, 23 guru honorer calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (pppk) di rohul tersebut mengadukan nasib mereka ke dprd rohul. mereka mempertanyakan alasan pembatalan penempatan mereka sebagai guru pppk padahal sebelumnya mereka sudah dinyatakan lulus. salah seorang guru honorer, fatimah nur afni mengatakan, pembatalan penempatan dirinya sebagai pppk disampaikan melalui akun sscasn, padahal awalnya dirinya sudah diberitahukan lulus dan ditempatkan. namun beberapa hari setelah pengumuman kelulusan tersebut, tiba-tiba saja dirinya menerima informasi bahwa dirinya batal ditempatkan sebagai guru pppk. afni mengaku bingung, apa sebenarnya yang menjadi alasan pembatalan penempatan mereka. ketua dprd rohul novliwanda ade putra mengkritik pemerintah pusat yang dinilai tidak transparan dalam seleksi pppk. dirinya meminta kepada dinas pendidikan pemuda dan olahraga dan bkpp rohul agar dapat meng-inventarisir persoalan 23 guru honorer ini, dan mempertanyakan ke kementerian melalui dirjen guru dan tenaga kependidikan. dari rokan hulu ari ezwindra melaporkan
Berita Terkait :
- DISNAKER RIAU SIAPKAN POSKO PENGADUAN THR
- GUBERNUR RIAU MINTA KONTRAKTOR PELAKSANA BERTANGGUNG JAWAB PERBAIKI
- DPRD RIAU MESTI DILIBATKAN DALAM PENUNJUKAN PJ GUBRI
- SATLANTAS POLRESTA PEKANBARU AMANKAN REMAJA TERLIBUT BALAP LIAR
- 3 WNA ASAL INDIA DAN PAKISTAN DIAMANKAN
Komentar Via Facebook :





