AGUNG NUGROHO PROTES KERAS WACANA PUSAT TIADAKAN PENERBANGAN INTERNASIONAL
Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho ,memprotes keras Wacana Kementrian BUMN , mencabut Status Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim 2. Jika ini terjadi , tentunya akan menyusahkan masyarakat Riau, khusunya Kota Pekanbaru.
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, akan memangkas jumlah Bandara Internasional, dari 32 menjadi 14, atau 15 saja, di Indonesia. Kebijakan itu dengan alasan untuk meningkatkan pergerakan domestik, dan meningkatkan mobilitas perjalanan Wisata Dalam Negeri. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim 2, ternyata menjadi salah satu bandara yang dipertimbangkan untuk dicabut status Internasional nya. Sehingga jika benar terjadi, maka masyarakat tidak bisa lagi melakukan penerbangan langsung ke Negara Malaysia, atau Singapura, begitu juga sebaliknya. Bandara SSK 2 Pekanbaru memiliki jadwal cukup padat, dalam sehari untuk tujuan langsung menuju dan dari Luar Negeri, yakni Kota Malaka, dan Kuala Lumpur Malaysia, serta Singapura. Ada belasan jadwal Penerbangan, dalam sehari dengan harga mulai dari 400 ribu rupiah. Harga ini jauh lebih murah dibanding tujuan Pekanbaru ke Jakarta , atau kota lainnya di Indonesia. Dimana harga termurah Pekanbaru menuju Jakarta, sekitar 800 ribu rupiah, hingga hampir 2 juta rupiah, untuk sekali jalan. Belum lagi, ke Kota lainnya di Indonesia, yang jauh lebih mahal. Banyak dan murahnya penerbangan langsung, dari Pekanbaru ke Malaysia dan Singapura ini, menandakan tingginya jumlah penumpang. Wacana Menteri Erick Tohir , mencabut status Bandara Internasional SSK 2 ini pun , tak ayal mendapat protes keras warga Pekanbaru, salah satunya Wakil Ketua DPRD Riau langsung Agung Nugroho. Legislator Daerah Pemilihan Pekanbaru ini menegaskan, jika status Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim dihapuskan, maka akan mempengaruhi pendapatan asli daerah Provinsi Riau. Wisatawan dari Luar Negeri saat ini, sudah banyak yang ke Riau, salah satunya ke Pekanbaru, dan juga ada mengunjungi tempat2 wisata seperti Bono dan Istana Kesultanan Siak. Agung yang juga Ketua Partai Demokrat Riau ini menambahkan, bahwa masyarakat Riau banyak yang berobat ke Luar Negeri khususnya Malaysia. Ini karena jauh lebih dekat, dan lebih murah berobat ke Malaysia, dibanding ke Jakarta.
Agung menduga, bahwa rencana ini memiliki maksud tertentu. Jangan sampai ada daerah lain, yang ingin meningkatkan PAD mereka, melalui Wisatawan Mancanegara, lalu muncul lobby untuk mencabut status Bandara SSK 2 Pekanbaru. Agung kembali menegaskan, pihaknya akan berupaya membatalkan wacana ini agar jangan sampai merugikan masyarakat Provinsi Riau.
Pemerintah Provinsi Riau, diminta segera membuat kajian agar status Bandara Internasional SSK 2 , tidak dicabut oleh Kementrian BUMN, karena akan sangat merugikan masyarakat Provinsi Riau.
Fresty dan randi melaporkan
Berita Terkait :
- HARGA LOGAM MULIA ANTAM 24 KARAT TIDAK BERUBAH
- PETANI PADI ROHIL MINTA JANGAN ALIH FUNGSIKAN LAHAN
- ANGGOTA DPR RI SETUJU PEMILU PROPORSIONAL TERBUKA
- DPRD RIAU TERIMA TIM PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIS PEMEKARAN
- PJ BUPATI KAMPAR MINTA DUKUNGAN PERBANKAN DAN BUMD
Komentar Via Facebook :





